NAMA: RIZKY TRY APRILYAN
KELAS: XII IPA 4
1. Cara membuat Blog di www.wordpress.com
• sebelum anda memulai membuat sebuah blog di wordpress.com,
anda harus membutuhkan sebuah email dulu. Yang paling bagus adalah
email dari Google. Namun tidak harus google. Jika anda punya email lain
yang sudah ada misalnya yahoo, bisa anda gunakan.
• Jalankan browser Anda kemudian buka http://www.wordpress.com. Tunggu hingga muncul tampilan awal WordPress.com.
• Klik Get Started Here
• Isi formulir yang telah tersedia:
- Blog Address: Untuk alamat Blog anda
- Username: Untuk Username Login
- Password: Password anda, dan confirm password di bawahnya
- Email Address: Masukkan Email anda untuk konfirmasi akun
• kemudian klik Tombol Create Blog.
• Selanjutnya Anda diminta untuk melakukan aktivasi blog dengan cara mengeklik link yang dikirimkan ke email Anda.
• Klik link yang ada di pesan email Anda.
• Setelah Anda klik link tersebut maka Anda akan langsung menuju halaman
dashboard. Ini artinya akun Anda telah aktif dan blog Anda telah jadi.
• Maka blog wordpress anda sudah dapat digunakan..
2. Cara membuat Blog di www.blogdetik.com
• Akses halaman Blogdetik.com
• Lalu klik “ Daftar Sekarang” yang berlatar biru terang.
• Kemudian isi Nama Pengguan dan Alamat E-mail anda
• Jangan lupa untuk membiarkan radio buttonnya dengan Gimme a Blog! terseleksi.
Dan selanjutnya klik Berikutnya»
• Berikutnya anda aka diminta untuk mengisi domain yang ingin anda pilih.
• Pilihlah nama Blog Domain dengan bijak dan sesuai keinginan anda.
• Dan jangan lupa juga untuk mengisi Judul Blog anda di kolom Blog Title.
• Jika sudah klik Signup»
• Sampai disini anda telah berhasil untuk membuat akun di Blogdetik.com, tetapi sebelum menggunakannya anda harus memverifikasi alamt email anda agar Blogdetik.com dapat memberikan password admin pertama anda.
• Masuklah ke email anda dan klik link dari Blokdetik.com
• Maka Blog detik anda sudah dapat digunakan
3. Cara membuat blog di www.blogger.com
ӝ Silahkan kunjungi situs http://www.blogger.com
ӝ Setelah halaman pendaftaran terbuka, alihkan perhatian ke sebelah
kanan bawah, ubah bahasa ke Indonesia agar lebih mudah difahami.
ӝ Silahkan langsung masuk/login dengan menggunakan username/nama
pengguna serta password/sandi gmail anda ( akun email anda bisa untuk
login ke blogger).
ӝ Isilah formulir yang ada :
• Nama tampilan : isi dengan nama yang ingin tampil pada profile blog anda.
• Jenis Kelamin : pilih sesuai dengan jenis kelamin anda, misal : pria.
• Penerimaan Persyaratan : Beri tada ceklis sebagai tanda anda setuju
dengan peraturan yangtelah di tetapkan oleh pihak blogger. Saran:
sebaiknya anda membaca terlebih dahulu persyaratan yang ada agar anda
tahu dan mengerti apa yang boleh dan tidak diperbolehkan ketika
menggunakan layanan blogger.
• Klik tanda panah bertuliskan “Lanjutkan”.
ӝ Klik tombol “Blog Baru”.
ӝ Isilah formulir :
• Judul : Isi dengan judul blog yang di inginkan, misal : Coretan sang penghayal
• Alamat : isi dengan alamat blog yang di inginkan. Ingat! Alamat ini
tidak dapat di edit kembali setelah dibuat, apabila anda ingin serius,
maka pilihlah nama yang benar-benar anda inginkan.
• Template : pilih template (tampilan blog) yang disukai (ini dapat ganti kembali).
• Lanjutkan dengan klik tombol “Buat blog!”.
ӝ Dan email anda sudah dapat digunakan.
4. Cara membuat groupyahoo.com
• Buka url http://groups.yahoo.com
• Setelah Muncul Tampilan Seperti diatas maka Klik link “Sign In“. Ini
jika anda sudah mempunyai account di Yahoo!. Jika tidak maka klik link
“Click here to register“. Proses pendaftarannya sama dengan ketika anda
membuat email di Yahoo!. (Baca artikel Membuat Email Gratis Di Yahoo!).
• Jika anda ingin membuat Group Mailing List sendiri maka klik link
“Start a new Group!” dan pilih kategori milis yang ingin anda buat pada
“Browse Group Categories“. Sesuaikan dengan pilihan yang disediakan.
Misalnya: Programming Languages, dsb.
• Setelah selesai maka klik “Place my group in…“
• Masukkan nama group/ mailing list anda. Misalnya: Programmer Indonesia.
• Masukkan alamat email yang akan digunakan sebagai email administrator mailing list anda. Misalnya: programmer-indonesia at yahoogroups.com.
• Isikan deskripsi dari milis anda. Anda bisa menjelaskan latar belakang
dibuatnya milis tersebut, siapa saja yang boleh menjadi anggota, dsb.
• Setelah selesai, klik “Continue” untuk masuk ke langkah berikutnya.
• Pilih salah satu email anda. Ini jika anda memiliki lebih dari satu
email yang terdaftar di maling list Yahoo!. Di sini anda juga akan
diminta untuk mengetikkan kode verifikasi sesuai dengan gambar yang
tertera.
• Jika berhasil maka akan ditampilkan nama milis yang telah anda buat.
Lanjutkan untuk membuat Konfigurasi Milis anda dengan mengklik
“Customize Group“. Atau jika ingin standar saja, maka anda bisa langsung
mengajak rekan-rekan anda untuk bergabung dengan mengklik “Invite
People“.
5. Yang dimaksud dengan :
a) ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line)
ADSL atau Asymmetric Digital Subscriber Line adalah salah satu bentuk
dari teknologi DSL. Ciri khas ADSL adalah sifatnya yang asimetrik, yaitu
bahwa data ditransferkan dalam kecepatan yang berbeda dari satu sisi ke
sisi yang lain.
b) INTERNET PROTOCOL SUITE ATAU TCP/IP (singkatan dari Transmission
Control Protocol/Internet Protocol) adalah standar komunikasi data yang
digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari
satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini
tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa
kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol
yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan
dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang
diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack
c) KABEL UTP (UNSHIELDED TWISTED PAIR) adalah suatu kabel yang digunakan sebagai
media penghubung antar computer dan peralatan jaringan (hub atau switch). Kabel UTP
merupakan salah satu kabel yang paling popular saat yang di gunakan untuk membuat
jaringan computer. Dibandingkan dengan kabel lain kabel UTP merupakan kabel yang
sering di pakai untuk membuat jaringan computer.. Kabel ini berisi empat pasang (pair)
kabel yang tiap pair-nya dipilin (twisted) atau disusun spiral atau saling berlilitan.
d) ALAMAT IP (INTERNET PROTOCOL ADDRESS ATAU SERING DISINGKAT IP) adalah
deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai
alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet.
Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan
128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari
komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.
e) ISP (INTERNET SERVICE PROVIDER) adalah perusahaan atau badan usaha
yang menjual koneksi internet atau sejenisnya kepada pelanggan. ISP
awalnya sangat identik dengan jaringan telepon, karena dulu ISP menjual
koneksi atau access internet melalui jaringan telepon. Seperti salah
satunya adalah telkomnet instant dari Telkom.
Sekarang, dengan perkembangan teknologi ISP itu berkembang tidak hanya
dengan menggunakan jaringan telepon tapi juga menggunakan teknologi
seperti fiber optic dan wireless.
Di Bali, denpasar pada khususnya ISP dengan teknologi wireless paling banyak tumbuh.
6. NetMeeting dan cara men setup NetMeeting
NetMeeting
Netmeeting adalah salah satu aplikasi yang disertakan semenjak system
operasi windows 98. Sehingga Netmeeting sudah ada semenjak tahun 1998.
Aplikasi Netmeeting ini dipersiapkan untuk keperluan rapat yang
pegunaannya tidak dalam satu lokasi yang sama. Netmeeting adalah jenis
aplikasi yang menggunakan/berbasis VOIP (Voice Over Internet Protocol).
Dengan Netmeeting kita juga dapat melakukan sharing program, chatting
seperti yahoo messenger dan yang paling utama dapat berkomunikasi
seperti telepon yang dilengkapi dengan fasilitas gambar.
• Klik start
• Tulis di colom open “conf”
• Klik Next hingga muncul tulisan finish
• Klik finish
• Anda sudah masuk di tampilan netmeeting
• Setelah kofigurasi semua selesai masukkanlah no ip address teman anda
untuk dapat terkoneksi dengan teman anda dan tunggulah sampai proses
waiting respon selesai.
• Karena anda telah mengklik Log on to a directory server when NetMeeting Start
• maka daftar-daftar orang yang menggunakan netmeeting akan secara automatis masuk dengan sendirinya.
Rizky Try Aprilyan
Kamis, 22 November 2012
SEJARAH FILM DI INDONESIA
Poster film Loetoeng Kasaroeng tahun 1926.
Sudah sejak lama ada beberapa pihak baik itu institusi, media ataupun perorangan yang berusaha menggolongkan film-film Indonesia sepanjang masa yang layak menjadi film yang terbaik berdasarkan kategori-kategori tertentu. Salah satunya adalah tabloid Bintang Indonesia yang pada akhir tahun 2007 berusaha memilah film-film apa saja yang dapat dikategorikan sebagai film Indonesia terbaik. Dari 160 film yang masuk dipilihlah 25 film yang dapat dikategorikan sebagai film-film Indonesia terbaik sepanjang masa. Film-film tersebut dipilih oleh 20 pengamat dan wartawan film yakni: Yan Widjaya (wartawan film senior), Ilham Bintang (wartawan film senior), Ipik Tanojo (Bali Post), Eric Sasono (pengamat film), Arya Gunawan (pengamat film), Noorca M. Massardi (wartawan film senior), Yudhistira Massardi (Gatra), Leila S. Chudori (Tempo), Frans Sartono (Kompas), Yusuf Assidiq (Republika), Aa Sudirman (Suara Pembaruan), Taufiqurrahman (The Jakarta Post), Eri Anugerah (Media Indonesia), Sandra Kartika (Wakil Pemimpin Redaksi Tabloid Teen), Telni Rusmitantri (Cek n Ricek), Ekky Imanjaya (situs Layarperak.com), Wenang Prakasa (Movie Monthly), Orlando Jafet (Cinemags), Poernomo Gontha Ridho (Koran Tempo), dan Ekal Prasetya (Seputar Indonesia)[1]. Ke-25 Film tersebut adalah:
- Tjoet Nja’ Dhien (1986)
- Naga Bonar (1986)
- Ada Apa dengan Cinta? (2001)
- Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1985)
- Badai Pasti Berlalu (1977)
- Arisan! (2003)
- November 1828 (1978)
- Gie (2005)
- Taksi (1990)
- Ibunda (1986)
- Tiga Dara (1956)
- Si Doel Anak Betawi (1973)
- (Cintaku di) Kampus Biru (1976)
- Doea Tanda Mata (1984)
- Si Doel Anak Modern (1976)
- Petualangan Sherina (1999)
- Daun di Atas Bantal (1997)
- Pacar Ketinggalan Kereta (1988)
- Cinta Pertama (1973)
- Si Mamad (1973)
- Pengantin Remaja (1971)
- Cintaku di Rumah Susun (1987)
- Gita Cinta dari SMA (1979)
- Eliana, Eliana (2002)
- Inem Pelayan Sexy (1977)
http://galeriphotofriendevolution.wordpress.com/artikel/sejarah-film-di-indonesia/
FILM SEBAGAI BAGIAN DARI MEDIA MASSA
Industri film adalah industri yang tidak
ada habisnya. Sebagai media massa, film digunakan sebagai media yang
merefleksikan realitas, atau bahkan membentuk realitas. Cerita yang
ditayangkan lewat film dapat berbentuk fiksi atau non fiksi. Lewat film,
informasi dapat dikonsumsi dengan lebih mendalam karena film adalah
media audio visual. Media ini banyak digemari banyak orang karena dapat
dijadikan sebagai hiburan dan penyalur hobi.
Sejarah Film
Kemunculan film tak terlepas dari
stimulasi yang dibawa oleh teknologi fotograf. Teknologi film sebenarnya
merupakan teknologi dari lanjutan dari fotograf. Awal hadirnya
inspirasi untuk membuat gambar bergerak muncul setelah seorang ilmuwan
yang bekerja di Paris memotret pergerakan binatang dengan tujuan
membandingkan pergerakan binatang satu dan lainnya. Dia adalah Etienne
Jules Marey. Saat itu dia memotret pergerakan kuda menggunakan kamera
foto. Informasi mengenai temuannya dipublis menjadi sebuah buku berjudul
Animal Mechanism.
Selanjutnya, pada 1877, Seorang fotograf
bernama Eardweard Muybridge disewa oleh seorang peternak kuda jutawan,
Leland Stanford. Stanford hendak membuktikan taruhannya bahwa ketika
berlari keempat kaki kuda di angkat ke atas tanah. Untuk itulah
Muybridge kemudian mengatur strategi agar dapat merekam pergerakan kuda
yang simultan. Muybridge menggunakan Sequential Photographs untuk
menciptakan ilusi pergerakan. Muybridge memotret pergerakan kuda
menggunakan 12 kamera berbeda yang disebar sepanjang jalan yang dilalui
kuda. Hasilnya, ternyata benar bahwa keempat kaki kuda diangkat ke atas
tanah ketika berlari. Hasil potret Muybridge pun memberi sumbangsih
besar dalam perkembangan studi gambar bergerak. Muybridge pun terus
melakukan eksperimen pemotretan, jumlah kamera terus ditambah menjadi 24
kamera. Dia memotret hewan-hewan, lalu memotret pergerakan manusia.
Muybridge berkeliling Eropa mempertunjukkan hasil-hasil potretannya.
Akhirnya, pada suatu ketika, dia dan Marey bertemu. Hingga pada 1882,
Marey menyempurnakan sebuah photographic gun camera yang dapat mengambil
12 potret dalam satu piringan (kamera gambar bergerak yang pertama).
Inilah kamera gambar bergerak yang pertama ditemukan.
Temuan-temuan Marey dan Muybridge terus
dikembangkan oleh para ilmuwan lain. Gambar bergerak terus
disempurnakan. Dimulai dari disempurnakannya kamera hasil Marey, lalu
ditemukan proyektor untuk memutar gambar bergerak pada layar lebar,
dilakukannya pembuatan dan pemutaran film hitam-putih, dikembangkannya
teknik-teknik pengambilan gambar dan trik kamera, kemudian industri
perfilman menjadi semakin ramai dengan banyaknya bermunculan
studio-studio film besar di Hollywood, lalu semakin berkembangnya
teknologi perfilman yang membuat film menyertakan suara, warna, dan
animasi serta 3 dimensi. Hingga saat ini, perkembangan teknologi film
terus berkelanjutan.
Teknologi fim memiliki karakter yang
spesial karena bersifat audio dan visual. Karakter ini menjadikan film
sebagai cool media yang artinya film merupakan media yang dalam
penggunaannya menggunakan lebih dari satu indera. Film pun menjadi media
yang sangat unik karena dengan karakter yang audio-visual film mampu
memberikan pengalaman dan perasaan yang spesial kepada para
penonton/khalayak. Para penonton dapat merasakan ilusi dimensi
parasosial yang lebih ketika menyaksikan gambar-gambar bergerak,
berwarna, dan bersuara. Dengan karakter audio-visual ini juga film dapat
menjadi media yang mampu menmbus batas-batas kultural dan sosial.
Kelebihan film adalah karakternya yang
audio-visual menjadikan film lebih kuat dalam menyampaikan pesan kepada
khalayak yang multikultur dan lintas kelas sosial. Perasaan dan
pengalaman yang hadir saat menonton film pun menjadikan film sebagai
media yang spesial karena dapat membuat khalayak terbawa ke dalam film
bersama dimensi parasosial yang dihadirkan. Bagi para pembuat film, film
merupakan media yang sangat representatif atas ide-ide kreatif mereka.
Dan keakraban film terhadap khalayak menjadikan ide-ide dan pesan para
pembuat film lebih gampang diterima khalayak.
Kekurangan dari film adalah sebagai
sangat multitafsir. Diperlukan analisa tersendiri untuk memahami
unsur-unsur semiotik yang ditampilkan dalam film. Kemampuan film
menembus batas-batas kultural di sisi lain justru membuat film-film yang
membawa unsur tradisional susah untuk ditafsirkan bahkan salah tafsir
oleh penonton yang berasal dari kelompok budaya lain. Sedangkan
kekurangan lain dari film adalah film-film yang dibuat dalam
universalitas akan turut membentuk apa yang disebut common culture yang
dapat mengikis lokalitas masyarakat tertentu. Film juga sangat
memberikan efek pada orang yang menontonnya terutama anak-anak, sehingga
untuk jenis film-film tertentu seperti horor, kekerasan dan pornografi
akan memberikan pengaruh negatif bagi khalayak. Dari segi industri,
industrialisasi dan komersialisasi film telah menjadikannya sebagai
media yang dikomodifikasi. Sahingga saat ini banyak film-film yang hanya
mengejar pangsa pasar dan profit semata, kualitas pun tidak
dipedulikan. Ideologi yang diusung film pun tidak jelas, semuanya hanya
mengejar
Para khalayak atau penonton film
menggunakan film menggunakan lebih dari satu indera karena karakter film
yang audio-visual. Para penonton jadi lebih terbawa dalam dimensi
parasosial yang dihadirkan lewat film. Pola penggunaan yang seperti ini
menjadikan penonton dapat menyamarkan – bahkan menghapus – batas-batas
kultural dan sosial (misalnya bahasa) sehingga pesan yang disampaikan
lewat film tetap akan dapat dimengerti oleh penonton.Industri film
adalah industri yang tidak ada habisnya. Sebagai media massa, film
digunakan sebagai media yang merefleksikan realitas, atau bahkan
membentuk realitas. Cerita yang ditayangkan lewat film dapat berbentuk
fiksi atau non fiksi. Lewat film, informasi dapat dikonsumsi dengan
lebih mendalam karena film adalah media audio visual. Media ini banyak
digemari banyak orang karena dapat dijadikan sebagai hiburan dan
penyalur hobi bagi orang-orang tertentu.
Teknologi fim memiliki karakter yang
spesial karena bersifat audio dan visual. Karakter ini menjadikan film
sebagai cool media yang artinya film merupakan media yang dalam
penggunaannya menggunakan lebih dari satu indera. Film pun menjadi media
yang sangat unik karena dengan karakter yang audio-visual film mampu
memberikan pengalaman dan perasaan yang spesial kepada para
penonton/khalayak. Para penonton dapat merasakan ilusi dimensi
parasosial yang lebih ketika menyaksikan gambar-gambar bergerak,
berwarna, dan bersuara. Dengan karakter audio-visual ini juga film dapat
menjadi media yang mampu menmbus batas-batas kultural dan sosial.
Kelebihan film adalah karakternya yang
audio-visual menjadikan film lebih kuat dalam menyampaikan pesan kepada
khalayak yang multikultur dan lintas kelas sosial. Perasaan dan
pengalaman yang hadir saat menonton film pun menjadikan film sebagai
media yang spesial karena dapat membuat khalayak terbawa ke dalam film
bersama dimensi parasosial yang dihadirkan. Bagi para pembuat film, film
merupakan media yang sangat representatif atas ide-ide kreatif mereka.
Dan keakraban film terhadap khalayak menjadikan ide-ide dan pesan para
pembuat film lebih gampang diterima khalayak.
Kekurangan dari film adalah sebagai
control media film bisa jadi sangat multitafsir. Diperlukan analisa
tersendiri untuk memahami unsur-unsur semiotik yang ditampilkan dalam
film. Kemampuan film menembus batas-batas kultural di sisi lain justru
membuat film-film yang membawa unsur tradisional susah untuk ditafsirkan
bahkan salah tafsir oleh penonton yang berasal dari kelompok budaya
lain.
Sedangkan kekurangan lain dari film
adalah film-film yang dibuat dalam universalitas akan turut membentuk
apa yang disebut common cuture yang dapat mengikis lokalitas masyarakat
tertentu. Film juga sangat memberikan efek pada orang yang menontonnya
terutama anak-anak, sehingga untuk jenis film-film tertentu seperti
horor, kekerasan dan pornografi akan memberikan pengaruh negatif bagi
khalayak. Dari segi industri, industrialisasi dan komersialisasi film
telah menjadikannya sebagai media yang dikomodifikasi. Sahingga saat ini
banyak film-film yang hanya mengejar pangsa pasar dan profit semata,
kualitas pun tidak dipedulikan. Ideologi yang diusung film pun tidak
jelas, semuanya hanya mengejar
Para khalayak atau penonton film
menggunakan film menggunakan lebih dari satu indera karena karakter film
yang audio-visual. Para penonton jadi lebih terbawa dalam dimensi
parasosial yang dihadirkan lewat film. Pola penggunaan yang seperti ini
menjadikan penonton dapat menyamarkan – bahkan menghapus – batas-batas
kultural dan sosial (misalnya bahasa) sehingga pesan yang disampaikan
lewat film tetap akan dapat dimengerti oleh penonton.
Fungsi Film
Seperti halnya televisi siaran, tujuan
khalayak menonton film terutama adalah ingin memperoleh hibutan. Akan
tetapi dalam film dapat terkandung fungsi informatif maupun edukatif,
bahkan persuasif.
Karakteristik Film
- Layar yang luas/lebar
- Pengambilan Gambar pemandangan menyeluruh
- Konsentrasi penuh
- Identifikasi Psikologis
Jenis-jenis Film
- Film Cerita : Jenis film yang mengandung suatu cerita yang lazim dipertunjukan di gedung-gedung bioskop dengan bintang tenar film tenar dan didistribusikan sebagai barang cadangan
- Film Berita : Peristiwa fakta, yang benar-benar terjadi
- Film Dokumenter : Karya ciptaan mengenai kenyataan.
- Film Kartun : Dikonsumsi untuk anak-anak.
Film Sebagai Media Budaya
Melalui film sebenarnya kita banyak
belajar tentang budaya. Baik itu budaya masyarakat di mana kita hidup di
dalamnya, atau bahkan budaya yang sama sekali asing buat kita. Dan kita
menjadi mengetahui bahwa budaya masyarakat ini begini dan budaya
masyarakat itu begitu, terutama melalui film.
Film juga dilihat sebagai media
sosialisasi dan media publikasi budaya yang ampuh dan persuasif.
Buktinya adalah ajang-ajang festival film semacam Jiffest (Jakarta
International Film Festival), Festival Film Perancis, Pekan Film Eropa,
dan sejenisnya merupakan ajang tahunan yang rutin di selenggarakan di
Indonesia. Festival Film Indonesia dalam beberapa tahun ini mulai
dihidupkan lagi setelah terhenti cukup lama.
Film-film yang disajikan dalam pelbagai
ajang festival tadi telah berperan sebagai duta besar kebudayaan mereka
sendiri, untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang memiliki budaya yang
tentunya berbeda dengan dari mana film tersebut berasal. Duta besar
yang tidak birokratis.
Begitu pula dengan audiensnya. Mereka
dengan sadar datang menonton film salah satunya untuk mengenal budaya
pihak lainnya. Mereka menonton film Iran karena ingin tahu bagaimana
kehidupan sosial budaya masyarakat Iran dan berbagai dinamikanya. Belum
lagi film Ceko, Hongaria, Cile, Korea Utara, dan sebagainya.
Unsur-unsur dan nilai budaya ini yang
sering luput dari sajian televisi. Media televisi tidak bisa atau lebih
tepatnya tidak merasa perlu untuk menyajikan nilai budaya sebagaimana
yang tersajikan melalui media film.
Film untuk itu dipahami sebagai
representasi budaya. Film digunakan sebagai cerminan untuk mengaca atau
untuk melihat bagaimana budaya bekerja atau hidup di dalam suatu
masyarakat.
Ketika kita melihat film Ali Topan maka
pada dasarnya kita sedang melihat cerminan dari budaya remaja yang
terjadi pada era di mana Ali Topan itu hidup. Dan ketika kita menonton
film Ada Apa Dengan Cinta maka kita juga sedang melihat representasi
budaya remaja era Dian Sastro dan Nicolas Saputra.
Lalu, apakah yang dimaksud dengan representasi
Chris Barker menyebutkan bahwa
representasi merupakan kajian utama dalam cultural studies. Representasi
sendiri dimaknai sebagai bagaimana dunia dikonstruksikan secara sosialn
dan disajikan kepada kita dan oleh kita di dalam pemaknaan tertentu.
Cultural studie memfokuskan diri kepada bagaimana proses pemaknaan
representasi itu sendiri.
Menurut Stuart Hall (1997), representasi
adalah salah satu praktek penting yang memproduksi kebudayaan.
Kebudayaan merupakan konsep yang sangat luas, kebudayaan menyangkut
‘pengalaman berbagi’. Seseorang dikatakan berasal dari kebudayaan yang
sama jika manusia-manusia yang ada disitu membagi pengalaman yang sama,
membagi kode-kode kebudayaan yang sama, berbicara dalam ‘bahasa’ yang
sama, dan saling berbagi konsep-konsep yang sama.
Dalam pembicaraan kita, representasi
merujuk kepada konstuksi segala bentuk media (terutama media massa)
terhadap segala aspek realitas atau kenyataan, seperti masyarakat,
objek, peristiwa, hingga identitas budaya. Representasi ini bisa
berbentuk kata-kata atau tulisan bahkan juga dapat dilihat dalam bentuk
gambar bergerak atau film.
Konsep representasi sendiri dilihat
sebagai sebuah produk dari proses representasi. Representasi tidak hanya
melibatkan bagaimana identitas budaya disajikan (atau lebih tepatnya
dikonstruksikan) di dalam sebuah teks tapi juga dikonstruksikan di dalam
proses produksi dan resepsi oleh masyakarat yang mengkonsumsi
nilai-nilai budaya yang direpresentasikan tadi.
Dalam kasus film sebagai representasi
budaya, film tidak hanya mengkonstruksikan nilai-nilai budaya tertentu
di dalam dirinya sendiri, tapi juga tentang bagaimana nilai-nilai tadi
diproduksi dan bagaimana nilai itu dikonsumsi oleh masyarakat yang
menyaksikan film tersebut. Jadi ada semacam proses pertukaran kode-kode
kebudayaan dalam tindakan menonton film sebagai representasi budaya.
Junaidi, dalam artikelnya Film Mandarin dan Identitas Budaya Indonesia, mendiskusikan perspektif Cultural Studies
yang melihat fenomena film Mandarin dalam kaitannya dengan pembentukan
identitas bangsa Indonesia. Di sini Junaidi percaya bahwa film,
sebagaimana halnya produk budaya lain, memegang peran yang penting dalam
merepresentasikan siapa itu orang Indonesia.
Dalam risetnya tersebut Junaidi
menceritakan sejumlah temuannya. Misalkan bahwa representasi orang China
di beberapa film masih bersifat negatif dan simplisistis. Masyarakat
China dilihat sebagai masyarakat yang homogen dan tak berubah.
Kompleksitas identitas masyarakat China dan interaksi mereka dengan
etnis lain seringkali terabaikan. Sikap masa bodoh, praduga, dan
stereotipe negatif akhirnya terakumulasi.
Padahal jika mau jujur, belum tentu
masyarakat China pada realitas kesehariannya itu sebagaimana yang ada di
dalam film atau sinetron kita. Oleh karena itu dapat dipahami bahwa apa
yang disajikan oleh film tadi belum tentu sesuai dengan realitas yang
aslinya. Film bagaimanapun hanya menyajikan representasi dari realitas.
Representasi di sini harus lebih dilihat
sebagai upaya menyajikan ulang sebuah realitas. Dalam usaha menyajikan
ulang ini tentunya sampai kapan juga tidak akan pernah menyajikan
dirinya sebagai realitas yang aslinya. Film sebagai representasi budaya
hanyalah sebagai second hand reality.
Belum lagi jika kita membedah lebih
lanjut bagaimana proses produksi film sebagai proses representasi tadi.
Di balik proses representasi ada siapa saja yang terlibat di dalamnya,
dalam rangka kepentingan apa, dan bagaimana representasi yang mereka
lakukan. Jadi yang namanya representasi itu sangat sulit untuk dibilang
netral atau alamiah.
Jika anda suka menonton film laga ala
Hollywood seringkali digambarkan bagaimana orang Amerika memulu sebagai
pahlawan pembela kebenaran. Dan sebaliknya yang namanya penjahat atau
teroris adalah orang Timur Tengah, atau orang Rusia. Film ini adalah
sebuah upaya representasi yang cenderung manipulatif.
Apakah kalau yang namanya teroris itu
adalah melulu orang Timut Tengah? Ya, kata film Hollywood. Karena sangat
jarang film Hollywood menggambarkan bahwa teroris itu orang Amerika.
Sebaliknya coba anda tanyakan kepada orang Iran, siapa yang mereka sebut
sebagai teroris? Jawabannya kemungkinan justru orang Amerika itu
sendiri.
http://husnun.wordpress.com/2011/04/27/film-sebagai-bagian-dari-media-massa/
http://husnun.wordpress.com/2011/04/27/film-sebagai-bagian-dari-media-massa/
MANFAAT FILM
Film yang
baik merupakan media komunikasi, menghubungkan gambaran masa lampau dengan sekarang dan mencerdaskan dan mencerahkan bangsa karena memberikan nilai-nilai keberagaman terkandung didalamnya seperti sarana penerangan atau informasi, pendidikan, pengekspresian seni. Film juga mendiskripsikan watak, harkat, dan martabat budaya bangsa. Sekaligus sebagai memberikan manfaat dan fungsi yang luas bagi bidang ekonomi, sosial dan budaya.
Tak hanya di situ tetapi film juga sebagai penyampai pesan moral, informatif, sejarah maupun solusi atas tema-tema yang berkembang di masyarakat. Di hari jadi sebuah tabloid ibukota yang meliput film terbaik dan terlaris yang menjadi benang merah antara masa lampau dan sekarang, seorang mantan wartawan film berkomentar bahwa film Lewat Djam Malam (1954) karya Asrul Sani sebagai film terbaik dari segi sinematografi maupun sosial karena mengangkat tema korupsi setelah perang revolusi usai. Ini masih relevan dengan kondisi pemerintahan saat ini dalam menumpas pemberantasan korupsi.
Terkadang masyarakat mencari jawaban secara jelas lewat film karena lebih hidup dari pada sekedar debat kusir ditambah dengan standar kaidah sinematografi akan menambah kuatnya pesan yang akan disampaikan. Tetapi yang terpenting dari semua itu bagaimana film bisa dijadikan alat atau media informasi, pendidikan, alternatif gagasan/idea bagi banyak manfaat bagi masyarakat. Setiap sugguhan tayangan berbobot bisa diterima dengan cara pandangan sederhana, setidaknya bisa membawa pandangan baru berupa nilai-nilai tersirat atau hiburan semata
http://sumber-film.blogspot.com/2012/05/manfaat-film.html
Sekaligus sebagai memberikan manfaat dan fungsi yang luas bagi bidang ekonomi, sosial dan budaya. Film tidak hanya semata menonjolkan unsur hiburan semata, tetapi lebih kepada tanggung jawab moral untuk mengangkat nilai nasionalisme bangsa dan jati diri bangsa yang berbudaya. Tak hanya di situ tetapi film juga sebagai penyampai pesan moral, informatif, sejarah maupun solusi atas tema-tema yang berkembang di masyarakat. Terkadang masyarakat mencari jawaban secara jelas lewat film karena lebih hidup dari pada sekedar debat kusir ditambah dengan standar kaidah sinematografi akan menambah kuatnya pesan yang akan disampaikan.
Tak hanya di situ tetapi film juga sebagai penyampai pesan moral, informatif, sejarah maupun solusi atas tema-tema yang berkembang di masyarakat. Di hari jadi sebuah tabloid ibukota yang meliput film terbaik dan terlaris yang menjadi benang merah antara masa lampau dan sekarang, seorang mantan wartawan film berkomentar bahwa film Lewat Djam Malam (1954) karya Asrul Sani sebagai film terbaik dari segi sinematografi maupun sosial karena mengangkat tema korupsi setelah perang revolusi usai. Ini masih relevan dengan kondisi pemerintahan saat ini dalam menumpas pemberantasan korupsi.http://sumber-film.blogspot.com/2012/05/manfaat-film.html
Langganan:
Komentar (Atom)