Kamis, 22 November 2012

JAWABAN SOAL SEMESTER 1 2012-2013

NAMA: RIZKY TRY APRILYAN
KELAS: XII IPA 4

1. Cara membuat Blog di www.wordpress.com
• sebelum anda memulai membuat sebuah blog di wordpress.com, anda harus membutuhkan sebuah email dulu. Yang paling bagus adalah email dari Google. Namun tidak harus google. Jika anda punya email lain yang sudah ada misalnya yahoo, bisa anda gunakan.
• Jalankan browser Anda kemudian buka http://www.wordpress.com. Tunggu hingga muncul tampilan awal WordPress.com.
• Klik Get Started Here
• Isi formulir yang telah tersedia:
- Blog Address: Untuk alamat Blog anda
- Username: Untuk Username Login
- Password: Password anda, dan confirm password di bawahnya
- Email Address: Masukkan Email anda untuk konfirmasi akun
• kemudian klik Tombol Create Blog.
• Selanjutnya Anda diminta untuk melakukan aktivasi blog dengan cara mengeklik link yang dikirimkan ke email Anda.
• Klik link yang ada di pesan email Anda.
• Setelah Anda klik link tersebut maka Anda akan langsung menuju halaman dashboard. Ini artinya akun Anda telah aktif dan blog Anda telah jadi.
• Maka blog wordpress anda sudah dapat digunakan..
2. Cara membuat Blog di www.blogdetik.com
• Akses halaman Blogdetik.com
• Lalu klik “ Daftar Sekarang” yang berlatar biru terang.
• Kemudian isi Nama Pengguan dan Alamat E-mail anda
• Jangan lupa untuk membiarkan radio buttonnya dengan Gimme a Blog! terseleksi.
Dan selanjutnya klik Berikutnya»
• Berikutnya anda aka diminta untuk mengisi domain yang ingin anda pilih.
• Pilihlah nama Blog Domain dengan bijak dan sesuai keinginan anda.
• Dan jangan lupa juga untuk mengisi Judul Blog anda di kolom Blog Title.
• Jika sudah klik Signup»
• Sampai disini anda telah berhasil untuk membuat akun di Blogdetik.com, tetapi sebelum menggunakannya anda harus memverifikasi alamt email anda agar Blogdetik.com dapat memberikan password admin pertama anda.
• Masuklah ke email anda dan klik link dari Blokdetik.com
• Maka Blog detik anda sudah dapat digunakan
3. Cara membuat blog di www.blogger.com
ӝ Silahkan kunjungi situs http://www.blogger.com
ӝ Setelah halaman pendaftaran terbuka, alihkan perhatian ke sebelah kanan bawah, ubah bahasa ke Indonesia agar lebih mudah difahami.
ӝ Silahkan langsung masuk/login dengan menggunakan username/nama pengguna serta password/sandi gmail anda ( akun email anda bisa untuk login ke blogger).
ӝ Isilah formulir yang ada :
• Nama tampilan : isi dengan nama yang ingin tampil pada profile blog anda.
• Jenis Kelamin : pilih sesuai dengan jenis kelamin anda, misal : pria.
• Penerimaan Persyaratan : Beri tada ceklis sebagai tanda anda setuju dengan peraturan yangtelah di tetapkan oleh pihak blogger. Saran: sebaiknya anda membaca terlebih dahulu persyaratan yang ada agar anda tahu dan mengerti apa yang boleh dan tidak diperbolehkan ketika menggunakan layanan blogger.
• Klik tanda panah bertuliskan “Lanjutkan”.
ӝ Klik tombol “Blog Baru”.
ӝ Isilah formulir :
• Judul : Isi dengan judul blog yang di inginkan, misal : Coretan sang penghayal
• Alamat : isi dengan alamat blog yang di inginkan. Ingat! Alamat ini tidak dapat di edit kembali setelah dibuat, apabila anda ingin serius, maka pilihlah nama yang benar-benar anda inginkan.
• Template : pilih template (tampilan blog) yang disukai (ini dapat ganti kembali).
• Lanjutkan dengan klik tombol “Buat blog!”.
ӝ Dan email anda sudah dapat digunakan.
4. Cara membuat groupyahoo.com
• Buka url http://groups.yahoo.com
• Setelah Muncul Tampilan Seperti diatas maka Klik link “Sign In“. Ini jika anda sudah mempunyai account di Yahoo!. Jika tidak maka klik link “Click here to register“. Proses pendaftarannya sama dengan ketika anda membuat email di Yahoo!. (Baca artikel Membuat Email Gratis Di Yahoo!).
• Jika anda ingin membuat Group Mailing List sendiri maka klik link “Start a new Group!” dan pilih kategori milis yang ingin anda buat pada “Browse Group Categories“. Sesuaikan dengan pilihan yang disediakan. Misalnya: Programming Languages, dsb.
• Setelah selesai maka klik “Place my group in…“
• Masukkan nama group/ mailing list anda. Misalnya: Programmer Indonesia.
• Masukkan alamat email yang akan digunakan sebagai email administrator mailing list anda. Misalnya:  programmer-indonesia at yahoogroups.com.
• Isikan deskripsi dari milis anda. Anda bisa menjelaskan latar belakang dibuatnya milis tersebut, siapa saja yang boleh menjadi anggota, dsb.
• Setelah selesai, klik “Continue” untuk masuk ke langkah berikutnya.
• Pilih salah satu email anda. Ini jika anda memiliki lebih dari satu email yang terdaftar di maling list Yahoo!. Di sini anda juga akan diminta untuk mengetikkan kode verifikasi sesuai dengan gambar yang tertera.
• Jika berhasil maka akan ditampilkan nama milis yang telah anda buat. Lanjutkan untuk membuat Konfigurasi Milis anda dengan mengklik “Customize Group“. Atau jika ingin standar saja, maka anda bisa langsung mengajak rekan-rekan anda untuk bergabung dengan mengklik “Invite People“.
5. Yang dimaksud dengan :
a) ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line)
ADSL atau Asymmetric Digital Subscriber Line adalah salah satu bentuk dari teknologi DSL. Ciri khas ADSL adalah sifatnya yang asimetrik, yaitu bahwa data ditransferkan dalam kecepatan yang berbeda dari satu sisi ke sisi yang lain.
b) INTERNET PROTOCOL SUITE ATAU TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack
c) KABEL UTP (UNSHIELDED TWISTED PAIR) adalah suatu kabel yang digunakan sebagai
media penghubung antar computer dan peralatan jaringan (hub atau switch). Kabel UTP
merupakan salah satu kabel yang paling popular saat yang di gunakan untuk membuat
jaringan computer. Dibandingkan dengan kabel lain kabel UTP merupakan kabel yang
sering di pakai untuk membuat jaringan computer.. Kabel ini berisi empat pasang (pair)
kabel yang tiap pair-nya dipilin (twisted) atau disusun spiral atau saling berlilitan.
d) ALAMAT IP (INTERNET PROTOCOL ADDRESS ATAU SERING DISINGKAT IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.
e) ISP (INTERNET SERVICE PROVIDER) adalah perusahaan atau badan usaha yang menjual koneksi internet atau sejenisnya kepada pelanggan. ISP awalnya sangat identik dengan jaringan telepon, karena dulu ISP menjual koneksi atau access internet melalui jaringan telepon. Seperti salah satunya adalah telkomnet instant dari Telkom.
Sekarang, dengan perkembangan teknologi ISP itu berkembang tidak hanya dengan menggunakan jaringan telepon tapi juga menggunakan teknologi seperti fiber optic dan wireless.
Di Bali, denpasar pada khususnya ISP dengan teknologi wireless paling banyak tumbuh.
6. NetMeeting dan cara men setup NetMeeting
NetMeeting
Netmeeting adalah salah satu aplikasi yang disertakan semenjak system operasi windows 98. Sehingga Netmeeting sudah ada semenjak tahun 1998. Aplikasi Netmeeting ini dipersiapkan untuk keperluan rapat yang pegunaannya tidak dalam satu lokasi yang sama. Netmeeting adalah jenis aplikasi yang menggunakan/berbasis VOIP (Voice Over Internet Protocol). Dengan Netmeeting kita juga dapat melakukan sharing program, chatting seperti yahoo messenger dan yang paling utama dapat berkomunikasi seperti telepon yang dilengkapi dengan fasilitas gambar.
• Klik start
• Tulis di colom open “conf”
• Klik Next hingga muncul tulisan finish
• Klik finish
• Anda sudah masuk di tampilan netmeeting
• Setelah kofigurasi semua selesai masukkanlah no ip address teman anda untuk dapat terkoneksi dengan teman anda dan tunggulah sampai proses waiting respon selesai.
• Karena anda telah mengklik Log on to a directory server when NetMeeting Start
• maka daftar-daftar orang yang menggunakan netmeeting akan secara automatis masuk dengan sendirinya.

SEJARAH FILM DI INDONESIA

Poster film Loetoeng Kasaroeng tahun 1926.
Film pertama yang dibuat pertama kalinya di Indonesia adalah film bisu tahun 1926 yang berjudul Loetoeng Kasaroeng dan dibuat oleh sutradara Belanda G. Kruger dan L. Heuveldorp. Saat film ini dibuat dan dirilis, negara Indonesia belum ada dan masih merupakan Hindia Belanda, wilayah jajahan Kerajaan Belanda. Film ini dibuat dengan didukung oleh aktor lokal oleh Perusahaan Film Jawa NV di Bandung dan muncul pertama kalinya pada tanggal 31 Desember, 1926 di teater Elite and Majestic, Bandung.
Sudah sejak lama ada beberapa pihak baik itu institusi, media ataupun perorangan yang berusaha menggolongkan film-film Indonesia sepanjang masa yang layak menjadi film yang terbaik berdasarkan kategori-kategori tertentu. Salah satunya adalah tabloid Bintang Indonesia yang pada akhir tahun 2007 berusaha memilah film-film apa saja yang dapat dikategorikan sebagai film Indonesia terbaik. Dari 160 film yang masuk dipilihlah 25 film yang dapat dikategorikan sebagai film-film Indonesia terbaik sepanjang masa. Film-film tersebut dipilih oleh 20 pengamat dan wartawan film yakni: Yan Widjaya (wartawan film senior), Ilham Bintang (wartawan film senior), Ipik Tanojo (Bali Post), Eric Sasono (pengamat film), Arya Gunawan (pengamat film), Noorca M. Massardi (wartawan film senior), Yudhistira Massardi (Gatra), Leila S. Chudori (Tempo), Frans Sartono (Kompas), Yusuf Assidiq (Republika), Aa Sudirman (Suara Pembaruan), Taufiqurrahman (The Jakarta Post), Eri Anugerah (Media Indonesia), Sandra Kartika (Wakil Pemimpin Redaksi Tabloid Teen), Telni Rusmitantri (Cek n Ricek), Ekky Imanjaya (situs Layarperak.com), Wenang Prakasa (Movie Monthly), Orlando Jafet (Cinemags), Poernomo Gontha Ridho (Koran Tempo), dan Ekal Prasetya (Seputar Indonesia)[1]. Ke-25 Film tersebut adalah:
  1. Tjoet Nja’ Dhien (1986)
  2. Naga Bonar (1986)
  3. Ada Apa dengan Cinta? (2001)
  4. Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1985)
  5. Badai Pasti Berlalu (1977)
  6. Arisan! (2003)
  7. November 1828 (1978)
  8. Gie (2005)
  9. Taksi (1990)
  10. Ibunda (1986)
  11. Tiga Dara (1956)
  12. Si Doel Anak Betawi (1973)
  13. (Cintaku di) Kampus Biru (1976)
  14. Doea Tanda Mata (1984)
  15. Si Doel Anak Modern (1976)
  16. Petualangan Sherina (1999)
  17. Daun di Atas Bantal (1997)
  18. Pacar Ketinggalan Kereta (1988)
  19. Cinta Pertama (1973)
  20. Si Mamad (1973)
  21. Pengantin Remaja (1971)
  22. Cintaku di Rumah Susun (1987)
  23. Gita Cinta dari SMA (1979)
  24. Eliana, Eliana (2002)
  25. Inem Pelayan Sexy (1977) 

http://galeriphotofriendevolution.wordpress.com/artikel/sejarah-film-di-indonesia/

FILM SEBAGAI BAGIAN DARI MEDIA MASSA

Industri film adalah industri yang tidak ada habisnya. Sebagai media massa, film digunakan sebagai media yang merefleksikan realitas, atau bahkan membentuk realitas. Cerita yang ditayangkan lewat film dapat berbentuk fiksi atau non fiksi. Lewat film, informasi dapat dikonsumsi dengan lebih mendalam karena film adalah media audio visual. Media ini banyak digemari banyak orang karena dapat dijadikan sebagai hiburan dan penyalur hobi.
Sejarah Film
Kemunculan film tak terlepas dari stimulasi yang dibawa oleh teknologi fotograf. Teknologi film sebenarnya merupakan teknologi dari lanjutan dari fotograf. Awal hadirnya inspirasi untuk membuat gambar bergerak muncul setelah seorang ilmuwan yang bekerja di Paris memotret pergerakan binatang dengan tujuan membandingkan pergerakan binatang satu dan lainnya. Dia adalah Etienne Jules Marey. Saat itu dia memotret pergerakan kuda menggunakan kamera foto. Informasi mengenai temuannya dipublis menjadi sebuah buku berjudul Animal Mechanism.
Selanjutnya, pada 1877, Seorang fotograf bernama Eardweard Muybridge disewa oleh seorang peternak kuda jutawan, Leland Stanford. Stanford hendak membuktikan taruhannya bahwa ketika berlari keempat kaki kuda di angkat ke atas tanah. Untuk itulah Muybridge kemudian mengatur strategi agar dapat merekam pergerakan kuda yang simultan. Muybridge menggunakan Sequential Photographs untuk menciptakan ilusi pergerakan. Muybridge memotret pergerakan kuda menggunakan 12 kamera berbeda yang disebar sepanjang jalan yang dilalui kuda. Hasilnya, ternyata benar bahwa keempat kaki kuda diangkat ke atas tanah ketika berlari. Hasil potret Muybridge pun memberi sumbangsih besar dalam perkembangan studi gambar bergerak. Muybridge pun terus melakukan eksperimen pemotretan, jumlah kamera terus ditambah menjadi 24 kamera. Dia memotret hewan-hewan, lalu memotret pergerakan manusia. Muybridge berkeliling Eropa mempertunjukkan hasil-hasil potretannya. Akhirnya, pada suatu ketika, dia dan Marey bertemu. Hingga pada 1882, Marey menyempurnakan sebuah photographic gun camera yang dapat mengambil 12 potret dalam satu piringan (kamera gambar bergerak yang pertama). Inilah kamera gambar bergerak yang pertama ditemukan.
Temuan-temuan Marey dan Muybridge terus dikembangkan oleh para ilmuwan lain. Gambar bergerak terus disempurnakan. Dimulai dari disempurnakannya kamera hasil Marey, lalu ditemukan proyektor untuk memutar gambar bergerak pada layar lebar, dilakukannya pembuatan dan pemutaran film hitam-putih, dikembangkannya teknik-teknik pengambilan gambar dan trik kamera, kemudian industri perfilman menjadi semakin ramai dengan banyaknya bermunculan studio-studio film besar di Hollywood, lalu semakin berkembangnya teknologi perfilman yang membuat film menyertakan suara, warna, dan animasi serta 3 dimensi. Hingga saat ini, perkembangan teknologi film terus berkelanjutan.
Teknologi fim memiliki karakter yang spesial karena bersifat audio dan visual. Karakter ini menjadikan film sebagai cool media yang artinya film merupakan media yang dalam penggunaannya menggunakan lebih dari satu indera. Film pun menjadi media yang sangat unik karena dengan karakter yang audio-visual film mampu memberikan pengalaman dan perasaan yang spesial kepada para penonton/khalayak. Para penonton dapat merasakan ilusi dimensi parasosial yang lebih ketika menyaksikan gambar-gambar bergerak, berwarna, dan bersuara. Dengan karakter audio-visual ini juga film dapat menjadi media yang mampu menmbus batas-batas kultural dan sosial.
Kelebihan film adalah karakternya yang audio-visual menjadikan film lebih kuat dalam menyampaikan pesan kepada khalayak yang multikultur dan lintas kelas sosial. Perasaan dan pengalaman yang hadir saat menonton film pun menjadikan film sebagai media yang spesial karena dapat membuat khalayak terbawa ke dalam film bersama dimensi parasosial yang dihadirkan. Bagi para pembuat film, film merupakan media yang sangat representatif atas ide-ide kreatif mereka. Dan keakraban film terhadap khalayak menjadikan ide-ide dan pesan para pembuat film lebih gampang diterima khalayak.
Kekurangan dari film adalah sebagai sangat multitafsir. Diperlukan analisa tersendiri untuk memahami unsur-unsur semiotik yang ditampilkan dalam film. Kemampuan film menembus batas-batas kultural di sisi lain justru membuat film-film yang membawa unsur tradisional susah untuk ditafsirkan bahkan salah tafsir oleh penonton yang berasal dari kelompok budaya lain. Sedangkan kekurangan lain dari film adalah film-film yang dibuat dalam universalitas akan turut membentuk apa yang disebut common culture yang dapat mengikis lokalitas masyarakat tertentu. Film juga sangat memberikan efek pada orang yang menontonnya terutama anak-anak, sehingga untuk jenis film-film tertentu seperti horor, kekerasan dan pornografi akan memberikan pengaruh negatif bagi khalayak. Dari segi industri, industrialisasi dan komersialisasi film telah menjadikannya sebagai media yang dikomodifikasi. Sahingga saat ini banyak film-film yang hanya mengejar pangsa pasar dan profit semata, kualitas pun tidak dipedulikan. Ideologi yang diusung film pun tidak jelas, semuanya hanya mengejar
Para khalayak atau penonton film menggunakan film menggunakan lebih dari satu indera karena karakter film yang audio-visual. Para penonton jadi lebih terbawa dalam dimensi parasosial yang dihadirkan lewat film. Pola penggunaan yang seperti ini menjadikan penonton dapat menyamarkan – bahkan menghapus – batas-batas kultural dan sosial (misalnya bahasa) sehingga pesan yang disampaikan lewat film tetap akan dapat dimengerti oleh penonton.Industri film adalah industri yang tidak ada habisnya. Sebagai media massa, film digunakan sebagai media yang merefleksikan realitas, atau bahkan membentuk realitas. Cerita yang ditayangkan lewat film dapat berbentuk fiksi atau non fiksi. Lewat film, informasi dapat dikonsumsi dengan lebih mendalam karena film adalah media audio visual. Media ini banyak digemari banyak orang karena dapat dijadikan sebagai hiburan dan penyalur hobi bagi orang-orang tertentu.
Teknologi fim memiliki karakter yang spesial karena bersifat audio dan visual. Karakter ini menjadikan film sebagai cool media yang artinya film merupakan media yang dalam penggunaannya menggunakan lebih dari satu indera. Film pun menjadi media yang sangat unik karena dengan karakter yang audio-visual film mampu memberikan pengalaman dan perasaan yang spesial kepada para penonton/khalayak. Para penonton dapat merasakan ilusi dimensi parasosial yang lebih ketika menyaksikan gambar-gambar bergerak, berwarna, dan bersuara. Dengan karakter audio-visual ini juga film dapat menjadi media yang mampu menmbus batas-batas kultural dan sosial.
Kelebihan film adalah karakternya yang audio-visual menjadikan film lebih kuat dalam menyampaikan pesan kepada khalayak yang multikultur dan lintas kelas sosial. Perasaan dan pengalaman yang hadir saat menonton film pun menjadikan film sebagai media yang spesial karena dapat membuat khalayak terbawa ke dalam film bersama dimensi parasosial yang dihadirkan. Bagi para pembuat film, film merupakan media yang sangat representatif atas ide-ide kreatif mereka. Dan keakraban film terhadap khalayak menjadikan ide-ide dan pesan para pembuat film lebih gampang diterima khalayak.
Kekurangan dari film adalah sebagai control media film bisa jadi sangat multitafsir. Diperlukan analisa tersendiri untuk memahami unsur-unsur semiotik yang ditampilkan dalam film. Kemampuan film menembus batas-batas kultural di sisi lain justru membuat film-film yang membawa unsur tradisional susah untuk ditafsirkan bahkan salah tafsir oleh penonton yang berasal dari kelompok budaya lain.
Sedangkan kekurangan lain dari film adalah film-film yang dibuat dalam universalitas akan turut membentuk apa yang disebut common cuture yang dapat mengikis lokalitas masyarakat tertentu. Film juga sangat memberikan efek pada orang yang menontonnya terutama anak-anak, sehingga untuk jenis film-film tertentu seperti horor, kekerasan dan pornografi akan memberikan pengaruh negatif bagi khalayak. Dari segi industri, industrialisasi dan komersialisasi film telah menjadikannya sebagai media yang dikomodifikasi. Sahingga saat ini banyak film-film yang hanya mengejar pangsa pasar dan profit semata, kualitas pun tidak dipedulikan. Ideologi yang diusung film pun tidak jelas, semuanya hanya mengejar
Para khalayak atau penonton film menggunakan film menggunakan lebih dari satu indera karena karakter film yang audio-visual. Para penonton jadi lebih terbawa dalam dimensi parasosial yang dihadirkan lewat film. Pola penggunaan yang seperti ini menjadikan penonton dapat menyamarkan – bahkan menghapus – batas-batas kultural dan sosial (misalnya bahasa) sehingga pesan yang disampaikan lewat film tetap akan dapat dimengerti oleh penonton.
Fungsi Film
Seperti halnya televisi siaran, tujuan khalayak menonton film terutama adalah ingin memperoleh hibutan. Akan tetapi dalam film dapat terkandung fungsi informatif maupun edukatif, bahkan persuasif.
Karakteristik Film

    1. Layar yang luas/lebar
    2. Pengambilan Gambar pemandangan menyeluruh
    3. Konsentrasi penuh
    4. Identifikasi Psikologis
Jenis-jenis Film
  1. Film Cerita : Jenis film yang mengandung suatu cerita yang lazim dipertunjukan di gedung-gedung bioskop dengan bintang tenar film tenar dan didistribusikan sebagai barang cadangan
  2. Film Berita : Peristiwa fakta, yang benar-benar terjadi
  3. Film Dokumenter : Karya ciptaan mengenai kenyataan.
  4. Film Kartun : Dikonsumsi untuk anak-anak.
Film Sebagai Media Budaya
Melalui film sebenarnya kita banyak belajar tentang budaya. Baik itu budaya masyarakat di mana kita hidup di dalamnya, atau bahkan budaya yang sama sekali asing buat kita. Dan kita menjadi mengetahui bahwa budaya masyarakat ini begini dan budaya masyarakat itu begitu, terutama melalui film.
Film juga dilihat sebagai media sosialisasi dan media publikasi budaya yang ampuh dan persuasif. Buktinya adalah ajang-ajang festival film semacam Jiffest (Jakarta International Film Festival), Festival Film Perancis, Pekan Film Eropa, dan sejenisnya merupakan ajang tahunan yang rutin di selenggarakan di Indonesia. Festival Film Indonesia dalam beberapa tahun ini mulai dihidupkan lagi setelah terhenti cukup lama.
Film-film yang disajikan dalam pelbagai ajang festival tadi telah berperan sebagai duta besar kebudayaan mereka sendiri, untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang memiliki budaya yang tentunya berbeda dengan dari mana film tersebut berasal. Duta besar yang tidak birokratis.
Begitu pula dengan audiensnya. Mereka dengan sadar datang menonton film salah satunya untuk mengenal budaya pihak lainnya. Mereka menonton film Iran karena ingin tahu bagaimana kehidupan sosial budaya masyarakat Iran dan berbagai dinamikanya. Belum lagi film Ceko, Hongaria, Cile, Korea Utara, dan sebagainya.
Unsur-unsur dan nilai budaya ini yang sering luput dari sajian televisi. Media televisi tidak bisa atau lebih tepatnya tidak merasa perlu untuk menyajikan nilai budaya sebagaimana yang tersajikan melalui media film.
Film untuk itu dipahami sebagai representasi budaya. Film digunakan sebagai cerminan untuk mengaca atau untuk melihat bagaimana budaya bekerja atau hidup di dalam suatu masyarakat.
Ketika kita melihat film Ali Topan maka pada dasarnya kita sedang melihat cerminan dari budaya remaja yang terjadi pada era di mana Ali Topan itu hidup. Dan ketika kita menonton film Ada Apa Dengan Cinta maka kita juga sedang melihat representasi budaya remaja era Dian Sastro dan Nicolas Saputra.
Lalu, apakah yang dimaksud dengan representasi
Chris Barker menyebutkan bahwa representasi merupakan kajian utama dalam cultural studies. Representasi sendiri dimaknai sebagai bagaimana dunia dikonstruksikan secara sosialn dan disajikan kepada kita dan oleh kita di dalam pemaknaan tertentu. Cultural studie memfokuskan diri kepada bagaimana proses pemaknaan representasi itu sendiri.
Menurut Stuart Hall (1997), representasi adalah salah satu praktek penting yang memproduksi kebudayaan. Kebudayaan merupakan konsep yang sangat luas, kebudayaan menyangkut ‘pengalaman berbagi’. Seseorang dikatakan berasal dari kebudayaan yang sama jika manusia-manusia yang ada disitu membagi pengalaman yang sama, membagi kode-kode kebudayaan yang sama, berbicara dalam ‘bahasa’ yang sama, dan saling berbagi konsep-konsep yang sama.
Dalam pembicaraan kita, representasi merujuk kepada konstuksi segala bentuk media (terutama media massa) terhadap segala aspek realitas atau kenyataan, seperti masyarakat, objek, peristiwa, hingga identitas budaya. Representasi ini bisa berbentuk kata-kata atau tulisan bahkan juga dapat dilihat dalam bentuk gambar bergerak atau film.
Konsep representasi sendiri dilihat sebagai sebuah produk dari proses representasi. Representasi tidak hanya melibatkan bagaimana identitas budaya disajikan (atau lebih tepatnya dikonstruksikan) di dalam sebuah teks tapi juga dikonstruksikan di dalam proses produksi dan resepsi oleh masyakarat yang mengkonsumsi nilai-nilai budaya yang direpresentasikan tadi.
Dalam kasus film sebagai representasi budaya, film tidak hanya mengkonstruksikan nilai-nilai budaya tertentu di dalam dirinya sendiri, tapi juga tentang bagaimana nilai-nilai tadi diproduksi dan bagaimana nilai itu dikonsumsi oleh masyarakat yang menyaksikan film tersebut. Jadi ada semacam proses pertukaran kode-kode kebudayaan dalam tindakan menonton film sebagai representasi budaya.
Junaidi, dalam artikelnya Film Mandarin dan Identitas Budaya Indonesia, mendiskusikan perspektif Cultural Studies yang melihat fenomena film Mandarin dalam kaitannya dengan pembentukan identitas bangsa Indonesia. Di sini Junaidi percaya bahwa film, sebagaimana halnya produk budaya lain, memegang peran yang penting dalam merepresentasikan siapa itu orang Indonesia.
Dalam risetnya tersebut Junaidi menceritakan sejumlah temuannya. Misalkan bahwa representasi orang China di beberapa film masih bersifat negatif dan simplisistis. Masyarakat China dilihat sebagai masyarakat yang homogen dan tak berubah. Kompleksitas identitas masyarakat China dan interaksi mereka dengan etnis lain seringkali terabaikan. Sikap masa bodoh, praduga, dan stereotipe negatif akhirnya terakumulasi.
Padahal jika mau jujur, belum tentu masyarakat China pada realitas kesehariannya itu sebagaimana yang ada di dalam film atau sinetron kita. Oleh karena itu dapat dipahami bahwa apa yang disajikan oleh film tadi belum tentu sesuai dengan realitas yang aslinya. Film bagaimanapun hanya menyajikan representasi dari realitas.
Representasi di sini harus lebih dilihat sebagai upaya menyajikan ulang sebuah realitas. Dalam usaha menyajikan ulang ini tentunya sampai kapan juga tidak akan pernah menyajikan dirinya sebagai realitas yang aslinya. Film sebagai representasi budaya hanyalah sebagai second hand reality.
Belum lagi jika kita membedah lebih lanjut bagaimana proses produksi film sebagai proses representasi tadi. Di balik proses representasi ada siapa saja yang terlibat di dalamnya, dalam rangka kepentingan apa, dan bagaimana representasi yang mereka lakukan. Jadi yang namanya representasi itu sangat sulit untuk dibilang netral atau alamiah.
Jika anda suka menonton film laga ala Hollywood seringkali digambarkan bagaimana orang Amerika memulu sebagai pahlawan pembela kebenaran. Dan sebaliknya yang namanya penjahat atau teroris adalah orang Timur Tengah, atau orang Rusia. Film ini adalah sebuah upaya representasi yang cenderung manipulatif.
Apakah kalau yang namanya teroris itu adalah melulu orang Timut Tengah? Ya, kata film Hollywood. Karena sangat jarang film Hollywood menggambarkan bahwa teroris itu orang Amerika. Sebaliknya coba anda tanyakan kepada orang Iran, siapa yang mereka sebut sebagai teroris? Jawabannya kemungkinan justru orang Amerika itu sendiri.

http://husnun.wordpress.com/2011/04/27/film-sebagai-bagian-dari-media-massa/

MANFAAT FILM

Film yang baik merupakan media komunikasi, menghubungkan gambaran masa lampau dengan sekarang dan mencerdaskan dan mencerahkan bangsa karena memberikan nilai-nilai keberagaman terkandung didalamnya seperti sarana penerangan atau informasi, pendidikan, pengekspresian seni. Film juga mendiskripsikan watak, harkat, dan martabat budaya bangsa. Sekaligus sebagai memberikan manfaat dan fungsi yang luas bagi bidang ekonomi, sosial dan budaya.
Sekaligus sebagai memberikan manfaat dan fungsi yang luas bagi bidang ekonomi, sosial dan budaya. Film tidak hanya semata menonjolkan unsur hiburan semata, tetapi lebih kepada tanggung jawab moral untuk mengangkat nilai nasionalisme bangsa dan jati diri bangsa yang berbudaya. Tak hanya di situ tetapi film juga sebagai penyampai pesan moral, informatif, sejarah maupun solusi atas tema-tema yang berkembang di masyarakat. Terkadang masyarakat mencari jawaban secara jelas lewat film karena lebih hidup dari pada sekedar debat kusir ditambah dengan standar kaidah sinematografi akan menambah kuatnya pesan yang akan disampaikan.


Tak hanya di situ tetapi film juga sebagai penyampai pesan moral, informatif, sejarah maupun solusi atas tema-tema yang berkembang di masyarakat. Di hari jadi sebuah tabloid ibukota yang meliput film terbaik dan terlaris yang menjadi benang merah antara masa lampau dan sekarang, seorang mantan wartawan film berkomentar bahwa film Lewat Djam Malam (1954) karya Asrul Sani sebagai film terbaik dari segi sinematografi maupun sosial karena mengangkat tema korupsi setelah perang revolusi usai. Ini masih relevan dengan kondisi pemerintahan saat ini dalam menumpas pemberantasan korupsi.
Terkadang masyarakat mencari jawaban secara jelas lewat film karena lebih hidup dari pada sekedar debat kusir ditambah dengan standar kaidah sinematografi akan menambah kuatnya pesan yang akan disampaikan. Tetapi yang terpenting dari semua itu bagaimana film bisa dijadikan alat atau media informasi, pendidikan, alternatif gagasan/idea bagi banyak manfaat bagi masyarakat. Setiap sugguhan tayangan berbobot bisa diterima dengan cara pandangan sederhana, setidaknya bisa membawa pandangan baru berupa nilai-nilai tersirat atau hiburan semata


http://sumber-film.blogspot.com/2012/05/manfaat-film.html